Rezaabiyasa's Blog

Oktober 15, 2009

Sederhana itu kuncinya

Filed under: Uncategorized — rezaabiyasa @ 9:47 am

Siang itu matahari begitu cerah dan waktu istirahat siang banyak digunakan masyarakat untuk menghilangkan rasa lapar tanpa berfikir lama saya memutuskan untuk memilih rumah makan dipersimpangan jalan terlihat begitu ramai orang mendatangi rumah makan itu mulai mereka yang berkemeja rapi, mahasiswa, beberapa orang yang menggunakan berbagai macam atribut berbaur untuk menikmati makan siang kala itu.

Di kala rumah makan lainnya banyak yang menutup usahanya tapi rumah makan ini semakin bertambah jumlahnya, salah satu yang membuat rumah makan ini semakin bertambah jumlahnya adalah dari rumah makan ini adalah “kesederhanaanya” harganya yang banyak diakui masyarakat sangat terjangkau, pilihan masakanya dan ditambah sesuai rasanya yang sesuai dengan lidah orang Indonesia (perpaduan rasa pedas, asin, manis) menambah selera makan. Rumah makan ini hamapir mudah ditemukan diberbagai daerah maklum image sederhana telah lama disandang, karena alasan itu juga banyak dari masyarakat yang menyambangi rumah makan ini.

Ya, rumah makan ini yang biasa kita kenal degan sebutan “WARTEG” (warung tegal). Rumah makan ini telah menjadi pilihan masyarakat untuk sekedar mengisi perut mereka, dan dari masyarakat yang beranggapan bahawa warteg dengan harga terjangkau dan banyak menu varian yang menjadikan semua itu pilihan mereka, walaupun banyak warteg tidak memiliki tempat yang memadai tapi tidak menjadikan rumah makan itu ditinggalkan oleh para penikmat makanan itu. Tidak salah memang jika jumlah warteg semakin bertambah, omzet yang lumayan dituturkan oleh si empunya yang menjadikan sebagai sumber penghasilan untuk menghidupi tiga orang anakanya. Dan dapat memperkerjakan tiga orang karyawan yang terhitung masih kerabat dari desa mereka berasal.

Demikian juga dengan varian menu makanan yang setiap hari diganti untuk mengantisipasi agar para penikmat makanan ini tidak jenuh inilah salah satu strategi yang digunakan. Rumah makan ini yang memiliki kapasitas sekitar 15 orang ini juga terlihat sederhana tapi tidak mengurangi rasa nyaman saat kita menikmati makanan. Pemilik warteg beranggapan banyak rumah makan lain lebih modern yang mengikuti lifestyle tidak menyurutkan langkah mereka untuk terus bertahan, si empunya menganggap mereka sebagi pesaing melainkan menjadikan mereka sebagai koreksi untuk tetap memberika pelayanan yang bagi konsumen mereka. Inilah salah satu usaha mikro dan kecil ( UMK) yang mampu bertahan dikala rumah makan lainnya banyak yang menutup usahanya.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: